Don’t wait until you have a brilliant idea

 

I was starting really dive deep into entrepreneurship and startup world since my second job 4 years ago. And it always exciting to meet amazing founders and products.

Some of them are have a brilliant ideas. They may comes up with those ideas based on their personal experiences and or based on research. It may seem easy to have brilliant ideas, but I do believe those brilliant ideas takes time and those possibly not their first idea. Maybe it after 100+ so so ideas.

Each of us will have a brilliant ideas for whatever we want to achieve on our own timezone.

I will not just wait for those. I have to start working with so so ideas and execute it well.

Reblog: 1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset

Kemarin salah satu tim share sebuah facebook note dari seseorang dengan judul yang nyeleneh “1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset”. Setelah dibaca, saya merea sayang kalau tidak menyimpan note tersebut baik-baik. Karena di dalamnya dipaparkan mengenai berbagai kondisi yang ada di Indonesia, khususnya di bidangnya saya, startup dan software development. Catatan-catatan teseut setidaknya untuk reminder untuk diri sendiri. Continue reading “Reblog: 1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset”

Google for Mobile Indonesia: Summary

Pada tanggal 31 Maret 2016 kemarin, gw dan co-founder di Leap Up berksempatan untuk menghadiri event Google for Mobile yang diselenggarakan pertama kalinya di Indonesia. Sebetulnya event dengan konten serupa pernah dibikin oleh Google, seperti Google Developer Summit tapi ini lebih besar. Setidaknya begitu yang saya pikir pada saat melihat list pembicaranya yang separuhnya dikirim langsung dari luar.

Lewat posting kali ini gw mau share mengenai apa yang menurut gw menarik dan penting untuk dibagikan.

The Indonesia mobile story

Ini adalah sesi pembuka dari Google for Mobile, gw selalu suka ketika Mbak Veronica Utami (Head of Marketing, Google Indonesia) menyampaikan keynote. Pertama kali denger keynotenya adalah waktu event Google Partner dimana beliau baru saja menjabat.

Dari keynote yang diberikan banyak banget insight yang bikin lo ngangguk terus mengenai pertumbuhan internet dan mobile di Indonesia yang akan semakin merajalela. Ini adalah opportunity yang ga boleh dilewatkan oleh developer. Cek beberapa insight dari slide yang temen saya foto.

Develop, Engage & Earn

Setahu gw, sejak I/O tahun lalu Google menggunakan term Develop, Engage dan Earn sebagai temanya dan memisahkan beberapa pembahasan dalam pengembangan suatu produk/apps. Dan di Google for Mobile term itu juga kembali digunakan untuk memisahkan track/sesi. Develop jelas pembahasannya gimana eksekusi produknya dan bahasannya lebih teknikal. Sedangkan track Engage bahas setelah produk jadi untuk gimana supaya dapat lebih banyak install dan pengguna terus menggunakan produk kita. Di tahap Earn tentu saja bahas soal gimana semua pengguna apps kita dikonversi menjadi pembeli dari berbagai strategi monetisasi yang ada di apps kita. Karena gw pilih Engage, jadi yang dishare di sini lebih banyak track itu ya.

Inspirasi dari Founder Half Brick Studio

Sesi terakhir sebelum makan siang adalah sesi “The journey to a billion installs”, yang disampaikan oleh Shainiel Deo – CEO and Founder, Halfbrick Studios. Halfbrick Studios adalah studio game yang berbasis di Australia, kalo pernah main Fruit Ninja yang sempet rame dua tahun ke belakang, ini nih mpunya.

Shainiel share cerita bagaimana dia membangun Halfbrick dari awal hingga sekarang menjadi studio game yang melahirkan berbagai game level dunia. Shainiel adalah seorang gamer, ia ingin menciptakan game yang berkualitas dan membangun bisnis yang sukses akhirnya dia memutuskan untuk membuat Halfbrick studio.

Bagian yang menurut gw sangat mencerahkan adalah ketika dia menceritakan perjalan Halfbrick melalui sebuah timeline.

Ceritanya dia seperti meyakinkan gw bahwa untuk menjadi besar, lo harus bisa melewati jalan panjang berliku itu. Halfbrick di awal masa pendiriannya, mereka masih mengerjakan game untuk client. Baru setelah 8 tahun mereka menjadi independent developer yang mengembangkan gamenya sendiri. Cerita ini seperti engage buat gw, karena di tahap awal ini, Leap Up masih kerjain produk clinet. Gw sih jadi lebih semangat untuk jangan lebih lama dari Halfbrick untuk menjadikan Leap Up sebagai independent developer yang mengembangkan produk sendiri.

Selain itu, Shainiel juga singgung sedikit soal startup itu goalnya harus jelas, dan komunikasikan ke team dengan meaningful, sesuatu yang lebih besar dan bukan sekedar meteri. Juga soal membentuk team yang baik (good fit), membangun culture di perusahaan dan saling percaya di dalam tim. Hal-hal bisa dicek di slide yang saya foto ini.

Universal app campaign

Salah satu paid strategy baru untuk tetap engage dengan pegguna App kita adalah dengan menerapkan Universal App Campaign. Ini adalah fitur baru yang ditawarkan oleh Google bagi kita yang mau promote di semua layanan iklannya Google seperti di Search, Google Display Network, Google Play, Youtube dsb dengan satu kali setting. Ini solusi banget sih, meski belum coba. Informasi selanjutnya bisa cek di sini dan di video youtube berikut.

App indexing

Salah satu solusi yang ditawarkan Google untuk supaya pengguna Apps balik lagi, lo bisa menggunakan App Indexing. Misalnya sebutlah Aplikasinya adalah Kompas.com, ketika lo search di Google suatu konten berita dan kebetulan kontennya ada di Apps lo, akan ada hasil yang mengarahkan untuk open Apps lo. Lebih lanjut soal App Indexing bisa dicek di sini.

Google play experiment

Salah satu cara untuk bisa mengoptimalkan presence kita di Google Play adalah dengan menggunakan Google play experiment. Dengan ini kita bisa bereksperimen (ala metode A/B Testing) misalnya menggunakan berbagai icon app dan untuk nyari tau mana yang paling ngedrive installasi. Gitu juga dengan screenshoot dan deskripsi yang bisa dieksperiment kan. Info lengkapnya bisa dicek di sini.

Komitmen Google untuk Indonesia

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Google untuk pertumbuhan startup atau produk berbasis Mobile diantaranya Google Launchpad yang tahun kemarin beberapa startup dari Indonesia ada yang dikirimkan ke Mountaint View untuk mentoring. 
Android Kejar (Kelompok Belajar) adalah program belajar Android yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Cikal bakal dari program ini adalah Indonesia Android Academy yang di tahun lalu gw terlibat dari awal hingga akhir. Kini dibikin lebih keren dan gede hasil dari test pasar Android Academy kemarin.
Lalu program onlinenya adalah Google berkerjasama dengan Udacity untuk menghadirkan pembelajaran online yang bisa diakses secara gratis.

Other things..

Acaranya gede dan dekorasinya keren banget. Ada game cornernya gitu. Makanannya banyak dan enak. Ya ini sih investasi yang ga seberapa buat company segede Google.

Cardboard corner
Ini bisa dimakan!

Reuni sama GSA friends

Dan akhirnya ketemu in-person untuk pertama kalinaya sama cofounder di Leap Up setelah memutuskan barengan merintis. Kita emang kenal gara-gara Google.

One line summary:

Leap Up harus segera bikin divisi yang fokus memaksimalkan potensi Mobile! Semangat!

Gimana nih sebulan jadi entrepreneur?

Lumayan ga nyangka sih. akhirnya bahkan sebelum 2015 berakhir, gw memberanikan untuk melepaskan kepastian menerima gaji, menjadi memastikan tim dapat gaji.

Perencanaan matang?
Siapa bilang. Ketika mengambil keputusan untuk berhenti bekerja, gw tidak memiliki perencanaan yang matang. Bahkan seminggu sebelumnya, gw masih fokus & besemangat menjalankan rutinitas di kantor paling keren di Surabaya. Dan nyaman tinggal di apartemen yang strategis.

Kita hanya bisa berencana, karena ada hal-hal diluar kendali kita yang sangat mungkin untuk terjadi. Kadang, yang ga kita rencanakan dengan matang malah secara sukses kejadian.

Steve Blank pernah bilang bahwa bikin startup tuh ga butuh perencanaan matang sampe rencana bisnis detail seperti yang biasanya diajarkan ke mahasiswa bisnis. Yang terpenting adalah validasi masalah yang mau diselesaikan, serta approach solusi yg sesuai dengan real-life customer. Apalagi untuk startup gw yang jenisnya masih jasa, perencanaan matang ga terlalu perlu. Jalan dulu aja, daripada ga jalan sama sekali. Kalo ada kesempatan mulai hari ini, jangan tunggu besok ketika semangatnya udah ilang.

Ga punya perencanaan matang, bukan berarti ga punya rencana
Jangan disalah artikan ga punya plan. Meski memang ga matang tapi gw siapkan beberapa plan. Jangan sampai ketika sudah memutuskan resign, gw ga bisa bayar berbagai tagihan.

Skill yang punya sejak di SMK adalah bikin web. Jadi waktu itu gw mulai mempersiapkan diri untuk terjun lagi ke bidang itu. Dan ga lama sejak memutuskan resign, gw punya 3 plan yang 90% positif akan bisa menghidupi gw dan tim selama benerapa bulan kedepan.

Kerja di rumah
Gw orangnya sangat kedaerahan, selalu kangen pulang kampung dan berkumpul bareng keluarga. Meskipun di rumah kontrakan sederhana, rasa aman dan tenang selalu gw dapatkan ketika berada dengan orang terkasih. Atau mungkin juga karena mitos orang Sunda yang katanya ga bisa jauh dari daerah asal.

Kerja di rumah lumayan tricky sih. Meskipun nyaman kadang distraksinya banyak. Misal tiba-tiba anak tetangga minta nonton Youtube Marsha & The Bear. Kezelnya, dia minta pindah-pindah video terus, kan ga bisa kerja jadinya.

Gw membiasakan diri untuk sering baca artikel di portal semacam life hack atau video inspirational yang bikin gw tetep kerja on fire. Karena kalo pas di rumah bawaannya lebih banyak pengen rebahan daripada kerja. Gw juga membiasakan diri minimal 3 hari sekali untuk lari pagi di alun-alun, biar tetep sehat dan perut ga semakin maju.

Kerja seperti ini jadi punya waktu untuk mengerjakan seauatu yang gw suka. Dan waktunya lebih fkelsibel. Dalam sebulan aja gw udh ambil cuti 3 kali untuk persiapan pernikahan.

Kapten perahu rakit
Gw adalah kapten dari sebuah perahu rakit yang baru saja meninggalkan pelabuhan. Perahu ini hanya bisa memuat beberapa orang saja. Karena gw kaptennya, gw menjadi lebih cepat belajar bagaimana membawa perahu dan orang di dalamnya untuk melaju dengan selamat. Mungkin akan ada kekeliruan yang gw lakukan dalam pelayaran ini, tapi akan gw nikmati prosesnya hingga nanti gw menemukan pelabuhan baru, memiliki kapal yang lebih besar dan bisa mengajak lebih banyak orang untuk ikut berlayar.

Mobilitas
Salah satu rutinitas baru sejak memulai perlayaran ini, gw setiap minggu ke Jakarta dan Bandung untuk berbagai keperluan. Gw mulai menikmati perjalanan Jakarta-Sumedang menggunakan bis Medal Sekarwangi, si merah yang menjadi andalan.

Jaga fokus
Gw baru mengerti bagaimana rasanya darah muda yang menggebu-gebu seperti yang dilantunkan Rhoma Irama dalam musiknya yang khas. Terlalu menggebu-gebu kadang menyiksa dan harus berhati-hati. Dalam keadaan perahu yang kecil, jangan sampai gw terlalu kehilangan fokus yang membuat perahu ini berguncang. Gw selalu berusaha bercerita ke beberapa temen supaya selalu diingatkan untuk sedikit menahan nafsu darah muda ini.

Dipalak permen
Di awal perjalanan, gw sempet mengalami kejadian yang ga mengenakan. Ada kejadian dimana gw merasa seperti anak kecil yang sedang menimmati permen, lalu direbut oleh orang dewasa. Kejadian yang ga bakal gw lupa di awal perjalanan.

Jadi gimana nih sebulan jadi entrepreneur? Satu bulan yang penuh semangat!

Ditulis di perjalan Jakarta-Sumedang

Inilah 10 Finalis Startup Sprint

Gw sudah dua bulan ini tinggal di Surabaya, untuk bantu beberapa projeknya kerjaan. Salah satu projek yang gw bantu adalah Startup Sprint, sebuah kompetisi yang diselenggarakan Start Surabaya dan EMTEK dengan tujuan mendorong anak muda Surabaya untuk membuat dan menghasilkan perusahaan rintisan berbasis digital.

Dalam rangkaian Startup Sprint ini, kita telah melakukan 5 kali roadshow di berbagai Universitas di Surabaya. Ada 103 team yang mendaftar ke kompetisi ini. Namun setelah melalui tahap Bootcamp, hanya 25 team yang berhasil masuk dan mengikuti program 1 bulan di Forward Factory. Selama satu bulan mereka mengembangkan produknya, melakukan user akusisi, mentoring dan melakukan sharing session dengan startup yang lain.

Nah, tepat tanggal 10 November 2015 hari ini. Start Surabaya mengumumkan 10 besar yang masuk ke tahap selanjutnya. Ke program 1 bulan lagi hingga diumumkan siapa yang masuk 3 besar dan mendapatkan kesempatan ke Silicon Valley.

Siapa saja yang masuk 10 besar Startup Sprint? Ini dia..

Avnue
Sebuah platform online untuk membantu mereka yang ingin membandingkan dan memesan tempat.

BantuTemuin
Sistem informasi barang hilang yang mempertemukan penemu barang hilang dan pencari barang hilang.

CraftinCraft Media
Portal media online yang menyediakan konten mengenai dunia Craft mulai dari pemberitaan, artikel, edukasi, bisnis hingga analisa pasar dan keuangan.

Foodsessive
Foodsessive hadir sebagai media bagi para pecinta kuliner untuk berbagi, mencari dan menemukan KULINER UNIK disekitar sehingga mampu memberikan inspirasi bagi netizen.

Banku
Aplikasi mobile yang memberikan solusi kemudahan bagi pemilik kendaraan untuk memperbaiki setiap permasalahan pada kendaraannya.

Kingdorm
Kingdorm adalah sebuah media/platform yang menghubungkan antara pemilik Kos dengan para pencari Kos.

Masaku
Aplikasi untuk mempermudah ibu rumah tangga / UKM untuk mempromosikan product makanan mereka.

Pocket Money
Pocket Money with Parent Sync adalah aplikasi manajemen uang saku yang memberi kemudahan bagi orang tua dalam mengetahui penggunaan uang saku yang diberikan kepada anak.

Reblood
Aplikasi yang menciptakan kondisi dimana stok darah PMI akan selalu available, dengan meningkatkan rutinitas donor darah sukarela.

Riliv
Media Sosial yang dirancang khusus untuk orang-orang yang depresi untuk menceritakan masalah pribadi mereka secara anonim dan menyelesaikannya dengan layanan profesional terapis dan psikologi siswa disebut “The reliever”.

Selamat berjuang pahlawan Surabaya masa kini !