Kecerdasan emosi itu dipraktekin

Salah satu yang menurut gw harus terus dipelajari dan ditingkatan seiring kita dewasa adalah Emotional Intelligence (EQ):

The capacity to be aware of, control and express one’s emotions, and to handle interpersonal relationships judiciously and emphatically.

Nah kebetulan pas lagi ke Bandung dan jalan-jalan ke Gramed, gw menemukan satu buku yang kece. Judulnya “Emotional Intelegence itu dipraktekin”. Judulnya catchy dan terkesan sangat casual. Dan setelah baca, bukunya emang bagus. Sebuah bacaan ringan namun banyak makna. Continue reading “Kecerdasan emosi itu dipraktekin”

Banda: Pala, Kejayaan Masa Lampau dan Mental Terjajah

Banda the Dark Forgotten Trail

”Cita rasanya melayarkan ribuan kapal. Aromanya mengundang negara-negara Barat datang ke Nusantara”. Demikian Jack Turner menggambarkan bagaimana rempah Nusantara menggoda dan memikat dalam bukunya, Spice, The History of A Temptation (2004).

Akhirnya Sabtu kemarin bisa nonton film dokumenter Banda the Dark Forgotten Trail. Alasan final kenapa kekeuh mau nonton, karena saat Popcon Asia 2017, saya menghadiri talkshownya dan beli komik Bara — yang merupakan adaptasi dari dokumenter ini. Komik Bara yang digarap sama Kosmik ini, well executed banget dari segi penceritaan maupun visual. Jadinya bikin saya lebih penasaran untuk nonton filmnya. Continue reading “Banda: Pala, Kejayaan Masa Lampau dan Mental Terjajah”

Amerika: Tanah makmur yang tidak adil

Seperti yang saya tulis sebelumnya, kesan awal saya terhadap Amerika adalah kemewahan, Hollywood, Broadway dan Silicon Valley. Namun ketika saya merasakan langsung, Amerika tidak bisa hanya dilihat dari sudut itu. Amerika adalah negara dengan GDP paling tinggi di dunia, namun mungkin banyak yang ga ngeh kalo Amerika juga adalah salah satu negara dengan ketidaksetaraan (inequality) paling tinggi di dunia, terutama dalam ukuran kesejahteraan. Artinya gap si kaya dan si miskinnya bagaikan moon to the earth back. Saya menyaksikan langsung satu area di Hartford, CT yang lokasinya sangat dekat dengan pusat pemerintahan, adalah area yang paling miskin. Ironis! Continue reading “Amerika: Tanah makmur yang tidak adil”

Cuma 3 dokumen ini, saya bisa ke 7 negara bagian Amerika gratis!

Bisa mengunjungi Amerika adalah salah satu bucket list saya. Ga usah dijelasin panjang lebar kali ya, kenapa saya pengen ke sana. Karena banyak orang juga pengen bisa mengunjungi negara super power itu. Buat saya, karena budaya (film, musik) dan teknologi yang sudah merajalela di kehidupan kita.

Sebelumnya saya pasang beberapa gambar tempat tekenal Amerika di kamar. Tapi belum tau kapan dan bagaimana bisa kesana. Eh.. ga nyangka bisa secepet dan semenyenangkan ini. Mungkin ngaruh juga kali ya ketika orang-orang di circle saya sudah pada ke sana semua, jadi doanya makin kuat. Continue reading “Cuma 3 dokumen ini, saya bisa ke 7 negara bagian Amerika gratis!”

New York City Trip (Part I)

Ga kerasa udah empat minggu gw di US. Artinya masuk di minggu ke lima, waktunya meninggalkan kampus dan menghabiskan sisa minggu ke lima di beberapa states. Yaitu New York, Philadelphia dan Washington DC. Tulisan ini gw bikin sebagai sharing pengalaman dan mudah-mudahan bermanfaat buat temen-temen yang mau nyusul ke US. Gw bagi tulisannya per state, karena bakal panjang banget since gw mengunjungi banyak hal. Continue reading “New York City Trip (Part I)”

BaFa’ BaFa’ : Memahami intercultural dengan aktivitas menyenangkan

18 Oktober 2016

Hari ini, salah satu kelas yang gw ikuti namanya adalah  “BaFá BaFá Group Exercise”. Pertama denger namanya aneh sih. Apaan tuh BaFá BaFá? Apakah itu pasangannya Ibfu Ibfu? (Bapa atuh itu mah ya).

Dan ternyata BaFa’ BaFa’ adalah sebuah aktivitas untuk mensimulasikan bagaimana dua kelompok yang berbeda kulturnya saling berinteraksi. Jadi tadi peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok satu alfa dan kelompok dua adalah beta. Gw tadi kebagian Beta. Continue reading “BaFa’ BaFa’ : Memahami intercultural dengan aktivitas menyenangkan”

Sarah’s Coffe House: #CoffeeForACause

Setelah beraktivitas seharian, trip terakhir kita hari ini adalah mengunjungi tempat coffee terdekat di sekitar Hartford downtown. Coffe house ini milik perempuan keterunan Vietnam. Kenapa kita berkunjung ke tempat ini, dibanding ke startbuck yang kita lebih familiar misalnya? Karena bisnis yang mereka jalankan sangat relevan dengan apa yang sedang kita pelajari di program YSEALI. Continue reading “Sarah’s Coffe House: #CoffeeForACause”

Napak Jagat Pasundan 2016: “Ngigeulan Jaman”, Kolaborasikan Budaya Daerah & Modern

Cross-posted with Sumedang Creative blog

Berbagai rangkaian kegiatan Milangkala Sumedang ke 438 akan terus berlangsung, bahkan hingga akhir bulan Mei ini. Salah satu kegiatan besar yang sudah digelar adalah Napak Jagat Pasundan (NJP) 2016 yang diselenggarakan oleh Coklat Kita pada 30 April 2016 di Alun-alun Sumedang.

Napak Jagat Pasundan adalah kegiatan yang mempertunjukkan gelaran seni dan budaya tatar pasundan. Tahun Ini adalah tahun keempat Coklat Kita menyelenggaraan kegiatan ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengangkat tema “Ngideur Dayeuh Mapay Lembur”, tahun ini temanya adalah “Ngigeulan Jaman”. Berdasarkan keterangan dari Kang Boeas yang merupakan perwakilan Team Coklat Kita, tema tersebut diangkat untuk menekankan pada pesan utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu untuk membangkitkan kepedulian terhadap kekayaan budaya daerah dan memberikan gambaran budaya yang berkolaborasi dengan modernisasi, namun tidak menghilangkan dasar budaya yang sudah menjadi jati diri daerah. Continue reading “Napak Jagat Pasundan 2016: “Ngigeulan Jaman”, Kolaborasikan Budaya Daerah & Modern”