Custom Post Type Lebih Mudah dengan WordPress Creation Kit (WCK)

Cross-posted with LeapUp Blog

WordPress adalah CMS yang paling populer di dunia. Komunitas developernya juga termasuk yang aktif. Selalu ada jawaban dari komunitas jika ada kebingungan ketika mengembangkan web menggunakan WordPress.

Akhir-akhir ini di Leap Up, banyak sekali project custom web menggunakan WordPress, salah satunya Popcon Asia 2016. Jadi mulai dari post ini, kita akan share beberapa pengalaman menggunakan WordPress.

Saya coba ulas sedikit mengenai dua konsep dari Wodpress. Yaitu post type dan taxonomy. Continue reading “Custom Post Type Lebih Mudah dengan WordPress Creation Kit (WCK)”

Sesi Pilihan Google I/O 2016: Yang Terbaru dari Web Technologies

Semaleman kemarin saya begadang sampe kurang lebih jam 3an. Bukan karena keasyikan ngoding, tapi karena betah explore berbagai video dari sesi Google I/O 2016, terutama yang berhubungan dengan web technologies.

Dengan melihat lagi berbagai update dari perkembangan web, saya seperti menemukan semangat dan kebanggan saya sebagai web developer. hehe Jadi inget zaman-zaman dulu ketika sangat rajin beresperimen dan eksplor. Rasanya pengen kembali rajin karena udah lumayan ketinggalan jauh.

Beberapa highlight teknologi terbaru yang menurut saya penting diikuti:

1. The Physical Web

Dilihat dari definisi di webnya, “The Physical Web is an open approach to enable quick and seamless interactions with physical objects and locations”. Teknologi ini menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE) beacon dengan format standar yang dibuat Google, yaitu Eddystone.

Intinya dengan teknologi Physical Web ini, suatu lokasi atau benda dapat mengirimkan broadcast URL ke device terdekatnya sesuai dengan konteks yang diinginkan. Analoginya seperti ini, misalnya kita datang ke museum dan melihat suatu benda yang menurut kamu menarik, kamu ingin sekali mengetahui lebih lanjut mengenai benda tersebut. Dengan Physical Web, beacon akan mengirimkan (broadcast) URL spesifik untuk benda yang ada di dekat kamu. Kamu harus cek lengkapnya di video berikut dan lihat berbagai contoh pemanfaatan teknologi ini in real world.

2. Mobile Web

Dengan berbagai gempuran mobile apps, justru mobile web semakin memiliki masa depan cerah. Sesi The Mobile Web: State of the Union yang disampaikan oleh Rahul Roy-chowdhury, VP Product Management, Chrome bikin saya “loncat-loncat” excited betapada dia meyakinkan soal masa depan kemudahan mobile web. Di sesinya ini, Rahul menjelasakan mengenai Accelerated Mobile Pages (AMP) dan Progressive Web Apps.

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah open source project yang melibatkan banyak sekali publisher dunia yang berupaya untuk menyediakan konten dengan lebih cepat. Mungkin kamu sering menemui card yang muncul di Google ketika mengaksesnya di mobile, nah itu salah satu dari output AMP.

“Progressive Web Applications take advantage of new technologies to bring the best of mobile sites and native applications to users. They’re reliable, fast, and engaging”. Sedangkan Progressive Web Applications adalah era baru mobile web yang memiliki fitur dan memberikan experience seperti native app, seperti offline, fast loading, push notification, add to home screen icon dsb.

Salah satu contoh dari Progressive Web Application adalah web nya Google I/O itu sendiri yang dibahas di sesi Building the Google I/O Web App: Launching a Progressive Web App on Google.com dengan sangat passionate oleh Eric Bidlman, salah satu developer idola saya dari zaman baheula.

Selain web Google I/O 2016, contoh dari implementasi Progressive Web App adalah The New York Times dan ada karya anak bangsa yaitu Jalan Tikus yang difeatured di Google I/O.

3. Real Time Database (Firebase)

Salah satu teknologi yang digunakan di webnya Google I/O adalah realtime database menggunakan Firebase. Ini adlaah teknologi pendukung yang cocok untuk pengimplementasian Progressive Web App, jadi perlu untuk dicoba dan dipelajari. Firebase juga seolah menjadi primadona di Google I/O kali ini karena salah satu produk yang memiliki significant major updates seperti adanya integrasi dengan Admob untuk monetisasi dan disediakannya fitur analytics spesific untuk Firebase.
Tal Oppenheimer

Selain 3 teknologi itu, sesi yang menurut saya penting untuk ditonton juga adalah Building for billions on the web. Kamu bakal dapet banyak insight soal perkembangan web technologies. Meski intinya memang kebanyakan teknologi yang sudah saya sebutkan diatas.

Sesi bonusnya adalah Learning to speak Designer. Sejak Google memiliki divisi Design dan punya Material Design System, penting untuk developer tau perkembangannya karena user experience signifikan pengaruhnya untuk web kita.

Kamu juga bisa cek playlist untuk video sesi Google I/O pilihan versi saya

Keterbukaan Data Kian Gencar Bersuara

Soal keterbukaan data – apalagi data pemerintahan, ga usah kita bahaslah ya apa manfaatnya dan bagaimana dampaknya. Salah satunya dengan keterbukaan data, pemerintahan akan lebih transparan dan kinjerjanya bisa diukur oleh masyarakat.

Sempet denger sih sebelumnya soal Open Goverment Indonesia dan sempet pernah akses data juga dari Portal Data Indonesia untuk nyari data sekolah Jakarta, tapi belum pernah bener-bener cari tahu bagaimana dan seperti apanya.

Nah jumat kemarin akhirnya diajakin sama Koh Yansen untuk ikutan acara DevTalknya Portal Data Indonesia di kantornya World Bank.

Ajak Developer Berkarya Lewat Data

Di acara yang dihadiri kurang lebih 25 orang ini diperkenalkan kembali soal apa itu Portal Data Indonesia dan perkembangannya. Di sesi yang lebih technical, ada hal baru yang kemudian saya tahu, yaitu CKAN, sebuah framework untuk penyimpanan dataset. Dengan CKAN, kalo pengen bikin API, sudah langsung tersedia.

Maksud dari acara yang baru pertama kali dibikin ini adalah untuk mengajak semakin banyak developer yang memanfaatkan data-data yang ada di Portal Data Indonesia. Iya juga sih, data kan sudah dibuka terus kalo ga dipake kan sayang. Di sesi civil tech, dibahas tuh berbagai contoh aplikasi yang memanfaatkan data-data terbuka seperti itu. Simak aja slide acara kemarin di sini.

Akhirnya Bikin Juga!

Setelah menghadiri DevTalk ini, saya pribadi jadi terdorong untuk bikin sesuatu yang memanfaatkan data tersebut. Tapi karena waktu yang tak kunjung sempat dan mood yang tak kunjung dapat (alasan), kayanya berat deh kalo musti bikin apps yang serius. Akhirnya karena saya anaknya Google banget geto, semalem coba iseng bikin addons untuk mengotomatisasi data daerah untuk Google Form menggunakan Google App Script.

Ga rugi deh kemarin ikutan meetupnya. Selain dapet sesuatu yang baru, seneng aja bisa ketemu orang-orang baru, dan pinter pula. Sok jangan lupa followup Portal Data Indonesia di Twitter supaya kalo ada DevTalk lagi bisa ikutan.