Hello world!

Cross-posted with LeapUp Blog

Leap Up adalah technology company yang percaya bahwa setiap kontribusi sekecil apapun yang kita lakukan untuk Indonesia, akan memberikan dampak. Kami ingin berkontribusi melalui pendidikan, teknologi dan kewirausahaan. Pelajari lebih lengkap tentang kami di halaman berikut.

Aktivitas Leap Up dimulai pada Desember 2015. Di fase awal ini, bisnis yang dijalankan Leap Up adalah menjadi konsultan pengembangan web untuk perusahaan/organisasi. Dari berbagai kegiatan tersebut, banyak sekali hal yang kami pelajari. Dimulai dari hal yang teknis hingga insight soal technology company atau yang sekarang mungkin kamu sering dengan adalah tech startup.

Kami ingin membagikan semua pelajaran itu di blog ini, seperti kata pepatah yang mengatakan “Ikatlah ilmu dengan tulisan”. Blog ini akan diisi secara berkala oleh semua tim Leap Up.

Mudah-mudahan apa yang akan dituliskan di Blog ini bisa bermanfaat untuk banyak orang, atau setidaknya untuk internal Leap Up. Amin

Life Event: Graduated from Bina Sarana Informatika

Yay! Akhirnya melewati fase ini. Banyak banget pengalaman dan perjalanan sebelum akhirnya lulus.
Sebelum lulus, gw sudah pernah bekerja secara professional di dua perusahaan. Pekerjaan pertama sebagai web developer selama 2 tahun di Bandung, pekerjaan yang menjadi mimpi gw sejak masih sekolah di SMK. Kemudian coba kerja ke Jakarta dengan role yang lebih general, sebagai project officer di Kibar. Pengalaman bekerja di Jakarta memberikan banyak pelajaran dan pandangan baru mengenai kehidupan dan karir yang akan terus bermanfaat buat gw. Continue reading “Life Event: Graduated from Bina Sarana Informatika”

TechLeader: The Beginning

Hari ini LeapUp untuk pertama kalinya bikin TechLeader workshop bekerja sama dengan Ganesha Pratama. Di dalam program ini ada tiga pendekatan yang dilakukan. Yaitu Technology, Leadership dan Entrepreneurship.

1. Why Technology?
Technology yg dimaksud di sini spesfik untuk digital tech dan informasi teknologi. 
Jika pada abad 19 adalah mengenai revolusi industri, electricity dan disrupting agriculture menjadi lebih canggih. Abad 20 adalah mengenai engineering, mesin-mesin yang memudahkan banyak hal keseharian kita seperti mulai adanya lemari es dan mesin cuci.

Continue reading “TechLeader: The Beginning”

Reblog: 1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset

Kemarin salah satu tim share sebuah facebook note dari seseorang dengan judul yang nyeleneh “1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset”. Setelah dibaca, saya merea sayang kalau tidak menyimpan note tersebut baik-baik. Karena di dalamnya dipaparkan mengenai berbagai kondisi yang ada di Indonesia, khususnya di bidangnya saya, startup dan software development. Catatan-catatan teseut setidaknya untuk reminder untuk diri sendiri. Continue reading “Reblog: 1000 startup di Indonesia yang akan dibangun di atas f*cked up mindset”

Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World

Beberapa bulan yang lalu, temen saya Gilang pernah ngasih tau mengenai Blinkist.com, sebuah web yang menyediakan summary dari buku nonfiksi. Dengan Blinkist, kita menjadi lebih cepat mengambil intisari dari buku yang ingin kita baca. Salah satu rangkuman dari buku yang saya baca adalah bukunya Robert T. Kiyosaki, yaitu Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World dimana ia terkenal dengan sejak bukunya Rich Dad, Poor Dad yang rilis tahun 1998.

Continue reading “Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World”

Indonesia is The Next China, a Speech from Man of Ideas

Sejak Leap Up membantu project revamp website barunya Marketeers.com, tiap bulan saya berkesmepatan untuk membaca majalah Marketeers. Edisi Juni 2016 ini, topik utama yang dibahas adalah mengenai China 2.0, soal bagaimana perusahaan dari Tiongkok melakukan transformasi dari yang sebelumnya terkenal dengan harganya yang murah dan kualitas murahan, yang kini menjadi perusahaan yang harga terjangkau namun dengan kualitas bersaing.

Selain temanya sangat menarik, yang paling menarik buat saya adalah bagian rangkuman speech Pak Mochtar Riady di Jakarta Marketing Week bulan lalu. Saking sukanya, saya berkali-kali baca bagian itu. Karena suka, saya ingin menyalinnnya di sini, sehingga sewaktu-waktu bisa saya baca kembali dan pembaca Blog saya juga bisa membacanya. Speechnya sangat inisghtful dan positif! Silahkan disimak.

Continue reading “Indonesia is The Next China, a Speech from Man of Ideas”

The Wisdom and Teaching of Stephen R. Covey

I have just finished a book today. It’s “The Wisdom and Teaching of Stephen R. Covey” which I bought for only IDR 70k at Big Bad Wolf Book Sales.

This book contains the cyrstallized wisdom of one of the great teachers of our time, Dr. Stephen R. Covey. Compiled from various books and articles. Arranged under the decisive principles of life such as intergrity, life balance, vision, love, leadership and so on.

Too many great wisdom I got today from this book. These are my favorites:

“The key is not prioririze what’s on your schedule, but to schedule your priorities”

“Happines, like unhapiness, is a proactive choice”

“The key of life is not accumulation. It’s contribution”

“The greatest risk is the risk of riskless living”

“People are working harder than ever, but because they lack clarity and vision, they aren’t getting very far”

“Seek first to understand. Then to be understood”

“In the Industrial Age, leadership was a position. In the Knowledge Age, leadership is a choice”

“If you want to be trusted, be thrustworthy”

#book #leadership #stephenrcovey #sebarkansemangatmembaca #metagraf

Cross-posted with my instagram account @sutisnamulyana

Eksistensi Rossa adalah mengenai menghargai orang lain

Hari ini bisa dibilang puncaknya berbagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumedang ke-438. Karena Sumedang kedatangan Putri daerah kebangaanya, Teh Oca (Rossa) yang bukan hanya telah menjadi milik Sumedang tapi juga milik Indonesia.
Pencapaian yang telah dilakukan oleh Teh Oca adalah akumulasi dari pengalaman dan kegagagalannya. Album pertama yang berjudul Untuk Sahabatku yang rilis tahun 1988 saat masih umur 10 tahun gagal mendapatkan perhatian dari khalyak. Jika waktu itu Teh Oca dan keluarga menyerah dan tidak mencoba lagi, mungkin kita tidak akan pernah mendengar lagu-lagu hitsnya sekarang. Kegagalan selalu ada untuk kita lewati menuju kesuksesan!
Teh Oca yang lahir di Sumedang pada Oktober 1978 ini adalah gadis daerah biasa yang mempunyai mimpi akan pencapaian terbaiknya sebagai penyanyi. Bedanya, ia  memperjuangkan yang terbaik hingga menjadi penyanyi tersohor hingga negeri Jiran.
Meski sempat bertemu di beberapa kesempatan, namun ini adalah kali pertamanya saya nonton teh Oca menyanyi secara langsung. Semua orang pasti gampang suka sama Teh Oca, meski ga kenal secara pribadi, tapi auranya cukup menjelaskan bahwa ia adalah pribadi yang luar biasa positif. Di sela-selanya bernanyi, Teh Oca berpesan bahwa kunci dari kesuksesannya adalah menghargai orang lain.  Saya rasa itu benar, eksistensi yang didapatkan Teh Oca sejauh ini bukan hanya soal keberuntungannya atau kemampunannya dalam bernyanyi saja tapi justru karena attitude/sikapnya lah yang membuatnya semakin dicintai.  Jika bicara kemampuan, saya yakin banyak penyanyi Indonesia lain yang lebih jago dari pada Teh Oca.
Mudah-mudahan pulangnya Teh Oca hari ini bukan hanya sekedar nyanyian merdunya saja yang kita nikmati, tapi juga makna yang bisa kita resapi untuk berbagai mimpi, pencapaian dan kontribusi yang ingin kita lakukan untuk dunia.
Cross-posted di Sumedang Creative
Photo credit: trinityproduction.com

Sesi Pilihan Google I/O 2016: Yang Terbaru dari Web Technologies

Semaleman kemarin saya begadang sampe kurang lebih jam 3an. Bukan karena keasyikan ngoding, tapi karena betah explore berbagai video dari sesi Google I/O 2016, terutama yang berhubungan dengan web technologies.

Dengan melihat lagi berbagai update dari perkembangan web, saya seperti menemukan semangat dan kebanggan saya sebagai web developer. hehe Jadi inget zaman-zaman dulu ketika sangat rajin beresperimen dan eksplor. Rasanya pengen kembali rajin karena udah lumayan ketinggalan jauh.

Beberapa highlight teknologi terbaru yang menurut saya penting diikuti:

1. The Physical Web

Dilihat dari definisi di webnya, “The Physical Web is an open approach to enable quick and seamless interactions with physical objects and locations”. Teknologi ini menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE) beacon dengan format standar yang dibuat Google, yaitu Eddystone.

Intinya dengan teknologi Physical Web ini, suatu lokasi atau benda dapat mengirimkan broadcast URL ke device terdekatnya sesuai dengan konteks yang diinginkan. Analoginya seperti ini, misalnya kita datang ke museum dan melihat suatu benda yang menurut kamu menarik, kamu ingin sekali mengetahui lebih lanjut mengenai benda tersebut. Dengan Physical Web, beacon akan mengirimkan (broadcast) URL spesifik untuk benda yang ada di dekat kamu. Kamu harus cek lengkapnya di video berikut dan lihat berbagai contoh pemanfaatan teknologi ini in real world.

2. Mobile Web

Dengan berbagai gempuran mobile apps, justru mobile web semakin memiliki masa depan cerah. Sesi The Mobile Web: State of the Union yang disampaikan oleh Rahul Roy-chowdhury, VP Product Management, Chrome bikin saya “loncat-loncat” excited betapada dia meyakinkan soal masa depan kemudahan mobile web. Di sesinya ini, Rahul menjelasakan mengenai Accelerated Mobile Pages (AMP) dan Progressive Web Apps.

Accelerated Mobile Pages (AMP) adalah open source project yang melibatkan banyak sekali publisher dunia yang berupaya untuk menyediakan konten dengan lebih cepat. Mungkin kamu sering menemui card yang muncul di Google ketika mengaksesnya di mobile, nah itu salah satu dari output AMP.

“Progressive Web Applications take advantage of new technologies to bring the best of mobile sites and native applications to users. They’re reliable, fast, and engaging”. Sedangkan Progressive Web Applications adalah era baru mobile web yang memiliki fitur dan memberikan experience seperti native app, seperti offline, fast loading, push notification, add to home screen icon dsb.

Salah satu contoh dari Progressive Web Application adalah web nya Google I/O itu sendiri yang dibahas di sesi Building the Google I/O Web App: Launching a Progressive Web App on Google.com dengan sangat passionate oleh Eric Bidlman, salah satu developer idola saya dari zaman baheula.

Selain web Google I/O 2016, contoh dari implementasi Progressive Web App adalah The New York Times dan ada karya anak bangsa yaitu Jalan Tikus yang difeatured di Google I/O.

3. Real Time Database (Firebase)

Salah satu teknologi yang digunakan di webnya Google I/O adalah realtime database menggunakan Firebase. Ini adlaah teknologi pendukung yang cocok untuk pengimplementasian Progressive Web App, jadi perlu untuk dicoba dan dipelajari. Firebase juga seolah menjadi primadona di Google I/O kali ini karena salah satu produk yang memiliki significant major updates seperti adanya integrasi dengan Admob untuk monetisasi dan disediakannya fitur analytics spesific untuk Firebase.
Tal Oppenheimer

Selain 3 teknologi itu, sesi yang menurut saya penting untuk ditonton juga adalah Building for billions on the web. Kamu bakal dapet banyak insight soal perkembangan web technologies. Meski intinya memang kebanyakan teknologi yang sudah saya sebutkan diatas.

Sesi bonusnya adalah Learning to speak Designer. Sejak Google memiliki divisi Design dan punya Material Design System, penting untuk developer tau perkembangannya karena user experience signifikan pengaruhnya untuk web kita.

Kamu juga bisa cek playlist untuk video sesi Google I/O pilihan versi saya

Rekap Google I/O 2016

Yeay Google I/O lagi. Bedanya tahun ini, gw engga jadi MC di Google I/O Extended kaya dua tahun sebelumnya. Karena sudah ga di Jakarta dan ga terlibat langsung dengan Google Developer Group. Pun begitu tidak mengurangi antusias saya untuk ngikutin perkembangan terbaru Google melalui konferensi developer terbesarnya, Google I/O.

Yang beda dari Google I/O tahun ini adalah tempat pelaksanaannya di outdoor, lalu kamu juga bisa nonton live secara 360 derajat di Youtube. Tentu bakal lebih mantap kalo misalnya pake Virtual Reality (VR) headset kaya Cardboard atau Octagon VR Luna yang baru saja gw beli.

Gw coba rekap apa saja yang baru dari Google yang gw pahami di sesi keynote kemarin:

Google Assistant

Since Google mengorganize milirian informasi di internet, Google lebih pintar dari kita menjawab berbagai pengetahuan umum. Misalnya sesimpel ketik “indonesia president” di Google maka dia akan langsung memberikan informasi dalam bentuk kartu atau knowledge card.

Pencarian seperti itu bisa menggunakan voice command dengan Google Now. Di I/O kemarin , Google mengumumkan Google Assistant sebagai upgrade dari Google Now yang lebih canggih. Seperti misalnya Assisant dapat mengerti voice command yang kita berikan secara conversational. Artinya dia akan mengerti konteks dari apa yang kita bicaranya berdasarkan runtutan informasi yang kita berikan. Dia akan mengerti Siapa president Indonesia? “Joko Widodo”, Berapa umurnya? “54”. Meski tidak disebutkan Joko Widodo, dia akan mengerti bahwa yang kita maksud adalah Joko Widodo.

Kalo kamu pernah tau YessBoss atau Diana, Google Assistant gw rasa akan kaya gitu. Nantinya Google Assistant ini bisa beliin tiket bioskop. Dengan machine learning, artificial intelegence & natural processing technology, tekologi yang awalnya cuma khayalan bisa menjadi kenyataan.

Cek selengkapnya soal Google Assistant di artikel ini atau video ini.

Google Home

Beberapa waktu yang lalu Google mengakusisi Nest, perusahaan yang memproduksi home automation device. Yang gw kagum sama Google, dia pinter mengintegrasikan semua hal dimilikinya. Google Home adalah gabungan dari Cast,  Assistant dan Nest untuk integrated solution di rumah. 

Allo & Duo

Meski bukan jenis produk yang baru apps untuk komunikasi ini tetap menarik. Allo untuk chat text dengan dilengkapi dengan sticker dan menggunakan modul machine learning yang dimiliki Google. Untuk Allo sebetulnya gw masih bertanya kenapa fitur-fitur itu tidak diterapkan di Hangout saja.
Sedangkan Duo adalah simple one-to-one video calling yang cepat, Mirip seperti facetime. Kalo untuk ini saya mengerti kenapa ga dimasukan ke Hangout karena ini lebih simple dan untuk personal use. Kedua aplikasi ini hanya menggunakan nomor telfon seperti Whatsapp .

Android N

Ada beberapa update dari Android N yang lumayan keren. Salah satunya adalah Android Instant App dimana kita bisa mengakses app tanpa install namun dengan experience yang sama dengan native apps. Di Andorid N kedepannya update sistem operasi juga lebih cepat, tidak harus restart seperti sekarang. Ada banyak emoji baru yang represent professional women. Dan kita bisa suggest apa nama dari Android N (jangan lupa cek video keren ini :D)
Juga ada update dari Android Wear 2.0, salah satunya ada standalone application yang dimana penggunaannya tidak memerlukan smartphone lagi.

Virtual Reality

Setelah dua tahun merilis Cardboard, yang menurut gw sukses menjadikan VR viral karena bisa merasakan experience VR dengan murah. Di I/O ini, Google mengumumkan Daydream, sebuah platform untuk mobile virtual reality. Dilengkapi dengan controller dan konten yang lebih banyak menjadikan Day Dream pasti ditunggu-tunggu VR dan Google fan.

Firebase update!

Salah satu product untuk developer yang memberikan signifikan updates di Google I/O ini adlaah firebase. Karena gw belum penjadi pengguna Firebase, jadi gw ga tau banyak. Yang jelas dia rilis analytics dan integrasi dengan Adwords.
Lengkapnya di keynote video berikut
Makin exciting ya! Mudah-mudahan segara bisa dateng langsung kapan-kapan kalo ada rezekinya. Amin..